Thursday, January 29, 2015

DAMPINGI BUAH HATI PINTAR MEMBACA SEJAK DINI BERSAMA ABACA FLASHCARD



Bingung mencari metode belajar membaca yang baik untuk anak Anda? Pernahkah Anda mendengar tentang metode Flash Card? Mari kita simak fakta berikut, semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang bingung mencari program belajar membaca yang terbaik untuk buah hati Anda…
Kapan Sebaiknya Anak Anda Belajar Membaca?
Permasalahan seputar waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca pernah menjadi perbincangan yang hangat. Ketika itu, sebagian berpendapat bahwa mengajarkan anak membaca terlalu dini bisa berakibat buruk untuk perkembangannya karena dianggap akan membebani. Mereka yang beranggapan seperti ini menyarankan agar anak belajar membaca setelah mereka berusia 6-7 tahun.
Namun demikian, seiring dengan diadakannya berbagai penelitian dan studi ilmiah, ternyata si anak justru akan terbebani apabila mereka terlambat belajar membaca dan berbagai studi juga menunjukkan bahwa usia 6-7 tahun dapat digolongkan ke dalam kategori ‘terlambat’ tersebut.
Keuntungan Belajar Membaca Sejak Usia Dini
Bagaimana belajar membaca sebelum masuk Sekolah Dasar (SD) bisa mempengaruhi prestasi membaca anak di masa depannya? Dolores Durkin merupakan peneliti yang pertama kali mendalami masalah ini pada tahun 1958-1964 dan mengadakan berbagai studi untuk menelitinya. Apa kesimpulan yang dapat diambil dari studi selama 6 tahun ini?
1. Anak yang bisa membaca sejak dini ternyata senantiasa bisa mengungguli kemampuan membaca anak yang terlambat, hingga ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
2. Kemampuan membaca sejak dini ternyata tidak berhubungan dengan IQ anak, namun sangat berhubungan dengan suasana rumah dan keluarganya. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata muncul dari keluarga yang memiliki perhatian dan usaha ekstra dalam membantu mereka belajar membaca.
3. Kemampuan membaca sejak dini juga tidak berhubungan dengan kondisi sosial-ekonomi. Anak-anak yang bisa membaca sejak dini ternyata memiliki orang tua yang mau menyempatkan waktu untuk kegiatan membaca bersama anaknya, walaupun latar belakang sosial-ekonomi mereka berbeda-beda.
Durkin juga mendapati bahwa anak-anak yang mulai belajar membaca sejak usia 3-4 tahun ternyata selalu mengungguli anak-anak lainnya yang mulai belajar membaca sejak usia 5-6 tahun. Mereka bahkan bisa terus unggul hingga rentang masa 8 tahun.
Siap mengajarkan anak Anda belajar membaca di usia dini? kami memiliki alternatif media flashcard dan game menarik ABACA Falashcard ... berminat?? Langsung komen disini yaa..

Saturday, January 24, 2015

Apakah Bermain dengan Benda Memberi Manfaat Intelektual?


Permainan dan eksplorasi dengan benda yang dilakukan sendirian, seperti bermain batu lalu dilempar ke air dan menemukan sebagian batu ada yang mengapung dan sebagian lagi ada yang tenggelam, membuat anak belajar tentang dunia sekelilingnya. Hal seperti itu merupakan peluang mereka untuk melakukan eksperimen kecil dan membayangkan apa yang bisa dilakukan benda serta apa yang tidak bisa dilakukan benda. Cara belajar seperti inilah yang akan memberikan manfaat bagi perkembangan intelektualnya.
Dalam bukunya yang berjudul Ancent of Man, Isaac Newton, seorang Fisikawan hebat yang rumusnya mendunia dan berguna untuk pembuatan roket menembus bumi, mengatakan :
“Saya tidak tahu, saya terlihat seperti apa bagi dunia, tetapi bagi diri saya sendiri, saya terlihat hanya seperti seorang anak yang bermain di tepi pantai dan menghibur dirinya sendiri, lalu menemukan batu koral datar atau kerang yang lebih cantik dari biasanya, sementara lautan kebenaran yang lebih besar terpampang di hadapan saya.”
Mungkin seperti inilah perasaan anak-anak ketika mereka bermain melempar koral ke danau, dan mengamati cincin spiral yang muncul ke permukaan air. Dengan cara seperti inilah mereka mengeskplorasi benda dan substansinya. Mereka adalah ilmuwan kecil yang menguji ciri substansi fisik.
Bayi dan batita belajar apa yang bisa dilakukan benda, bagaimana mereka bekerja, dan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat benda bekerja. Ketika bermain balok, dan membuat jalanan untuk mobil-mobilan, anak-anak tanpa disadari belajar mengenai panjang benda, yaitu bahwa 8 balok kecil itu sama dengan panjang 1 balok besar, dll.
Ranald Jarrel, seorang pakar dalam bidang perkembangan pemikiran matematis anak-anak di University of Arizona, memberitahu kita tentang mengapa permainan penting untuk memahami konsep matematika. Jadi permainan, tidak diragukan lagi, dapat memberikan manfaat perkembangan intelektual. Bahkan jika permainan tertentu dapat membantu kecerdasan emosi, jika permainannya melibatkan orang lain seperti teman, guru, orangtua, dll.
Belajar membaca, tidak dapat dipungkiri, adalah ilmu yang wajib dikuasai oleh anak-anak. Namun kapan sebaiknya belajar membaca ini dipelajari oleh anak-anak? Bukankah anak-anak itu dunianya adalah bermain? Dan bagaimana agar suasana belajarnya tidak seperti belajar agar anak-anak tetap merasa sedang bermain ketika belajar membaca?
ABACA datang untuk memberikan solusi agar anak-anak bisa menguasai ketrampilan ini dengan cara yang manusiawi, atau sesuai perkembangannya. Salah satunya dengan memasukkan game seperti Berburu Raja Donat seperti yang ada pada ABACA Hijaiyah. Di ABACA hijaiyah misalnya, anak-anak belajar huruf arab dengan memainkan prajurit donat di atas papan main, dan permainan akan berhenti di sebuah pulau tempat Raja Donat bersandar di pohon. Raja Donat adalah istilah bagi donat lezat yang diberi mahkota Raja. Anak-anak akan berpetualang melewati lubang kelinci, dan selama perjalanan menuju sebuah pulau anak-anak ini punya kesempatan memanen donat-donat lezat. Inilah yang membuat anak-anak kecanduan belajar ABACA Hijaiyah, karena disamping gamenya mudah, permainan Raja Donat ini sangat menarik dan terbukti mengembangkan daya imajinasi anak.
Jika anak Anda sudah menunjukkan ketertarikan mengenal huruf, maka mulailah perkenalkan permainan ABACA kepada mereka. Akan tetapi jika anak Anda belum menunjukkan ketertarikan terhadap huruf dan hanya tertarik dengan gambar saja, maka tundalah belajar simbolnya, tes lagi selama 4 bulan ke depan sampai anak menunjukkan ketertarikkan terhadap huruf yang akan muncul secara alamiah.
Berikut testimony Uraibah yang kenduan ABACA Hijaiyah Raja Donat dan terbangun pukul 02.30 dini hari untuk bermain ABACA dengan Bundanya. ABACA ini lebih menonjolkan sisi bermain sehingga anak-anak tidak terasa sedang bermain. Berikut testimony keren dari Ummu Uraibah, salah seorang agen ABACA. Semoga terinspirasi.
Terima kasih saya ucapkan kepada Ummu Uraibah atas testimoninya yang luar biasa.

Diena Ulfaty
Produsen, Owner dan Penemu ABACA Flashcard
DAPATKAN ABACA FLASHCARD DI SELURUH AGEN/DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD.

Sunday, January 18, 2015

ABACA FLASHCARD

BELAJAR SAMBIL NGE-GAME ITU ASYIK

ABACA adalah media edukatif fenomenal tahun ini. ABACA Flashcard, media yang bisa membantu anak belajar membaca, bahasa inggris, dan mengaji...
Selain ABACA, sebenarnya bnyk flashcard lainnya, seperti subaca, kartu bayi pintar, kartu balita dkk

Metode ABACA ini ditemukan oleh seorang wanita Indonesia, bernama Diena
Ulfaty, yg sebenarnya diawali oleh sebuah ketidaksengajaan. Gara2 ya
beliau sudah keliling toko buku utk beli buku, cd, dan flashcard, namun
semuanya belum mampu menarik minat putrinya utk belajar membaca.

Berangkat dari situlah beliau terinspirasi membuat kartu sendiri, yg tak disangka putrinya sangat antusias utk belajar. Merasa takjub beliau pun bercerita pada teman2nya dan pesanan pun mulai datang.

Bisnis ABACA Flashcard berdiri bulan Juni 2011 dan langsung menyedot perhatian publik. Bahkan omzet penjualan bulan Januari 2013 mencapai angka 1000 penjualan dalam 2 minggu saja. Total penjualan ABACA telah mencapai lebih dari 10rb paket dan terus berkembang dari waktu ke waktu

Apa kelebihan ABACA flashcard it sendiri?

Abaca : flash card yang menonjolkan sesi bermainnya, krn usia balita adalah masa2 anak senang bermain Abaca membantu mengaktifksan neuron otak kiri dan membangun hubungan dgn otak kanan. Penyusunan kartu sangat sistematis dan dimulai dr tingkat yang paling mudah. Sebelum diproduksi dan dipasarkan.. produsen abaca sdh mengujicobakan kpd putrinya yg msh balita. Pertama di Indonesia.. metode belajar membaca dgn konsep aritmatika suku kata dalam 10 box. Desainnya sangat menarik dan istimewa dilengkapi reward es kream, strobery, dan coklat. Harganya sangat ekonomis dibandingkan dengan flashcard lain yg jauh lbh mahal. Mendekatkan hubungan anak dengan orangtua dan guru.

Produk ABACA sampe detik ini ada 6 seri yg sudah dipasarkan :
# seri membaca 1
# seri membaca 2
# seri membaca 3
# seri hijaiyyah
# seri english cowok (car)
# seri english cewek (cake)
dan sedang dalam proses menuju launching utk seri hijaiyyah 2.

Isi 1 paket 5 seri :
1set membaca 1; Rp. 45.000
1 set membaca 2; Rp. 45.000
1 set membaca 3; Rp. 55.900
1 set english; Rp. 47.900
1 set hijaiyyah; Rp. 55.900

HARGA NORMAL Rp. 250.000
DISCOUNT menjadi: Rp. 241.700

Berminat jd reseller?
Silahkan merapat :-)
INFO ORDER:
IRFI
SMS/WA : 0818 06659906





























ABACA FlashCard Kartu Belajar Membaca Balita yang Dilengkapi Game Seru


Ditulis Oleh: Diena Ulfaty
Produsen, Owner dan Penemu ABACA Flashcard.

Cara Meningkatkan Kreativitas dan Kecerdasan Anak adalah dengan Bermain

Namun permainan seperti apa yang membuat anak benar-benar bisa belajar? Anak yang bermain rumah-rumahan sendiri, berbicara sendiri di dalam “kandang (rumah)” yang dibuatnya lalu tanpa sengaja rumah-rumahannya ambruk karena strukturnya kurang kuat, dan si anak marah-marah yang memicu kemarahan orangtuanya dan akhirnya anak dan Ibu saling melempar kemarahan. Apakah yang seperti ini disebut belajar dan meningkatkan kreativitas?

Anak bermain balok, lalu balok yang dibuatnya disusun tinggi-tinggi, karena anak tidak memahami makna fondasi yang kokoh akhirnya baloknya ambruk lalu si anak menangis dan sang Ibu marah besar dan mengatakan, “Berhenti main balok. Bikin rebut dan kotor saja.” Apakah ini yang disebut bermain yang meningkatkan kreativitas?

Peran orangtua sangat penting dalam membangun kreativitas anak. Anak masih perlu dididik, bahkan dibimbing ketika bermain agar mereka belajar menyelesaikan masalah. Sebagai contoh menyusun balok, anak perlu diajari bagaimana membangun struktur yang kokoh dan membantu menenangkan perasaannya ketika marah-marah disebabkan tidak bisa menyusun balok-balok itu.

Menurut penelitian, orangtua yang bersifat “mengekang” anak ketika mereka ingin mengeksplorasi dunianya, akan mengakibatkan bayi dan batita mudah terganggu perhatiannya, tidak cakap bermain, dan nilai kecerdasannya buruk. Apa yang membantu pertumbuhan kecerdasan mereka adalah dengan mengakui cara mereka yang kekanak-kanakan untuk menikmati dunia dan membantu mereka bermain bola, balok, dll. Orangtua yang kurang peduli terhadap perkembangan anak dan merasa tidak punya waktu menemani mereka bermain meskipun hanya 15 menit setiap harinya, akan membuat anak terhambat perkembangannya.

Demikian juga ketika Anda bermain ABACA dengan putra Anda. Pahamilah dunia mereka. Jangan terlalu berharap melebihi kemampuan yang dimilikinya. Bimbinglah sang anak meski hanya 10 atau 15 menit per hari. Waktu Anda sangat berarti bagi anak Anda. Jika anak Anda sudah banyak menguasai Bahasa Indonesia di usia 2 tahun, dan bisa menyusun kalimat komplit dalam Bahasa Indonesia (susunan Bahasa Indonesia dalam percakapan sudah lengkap mencakup subyek + predikat + obyek) maka bisa mulai dikenalkan ABACA English series. Akan tetapi jika kemampuan Bahasa Indonesia masih kurang dan belum bisa membuat kalimat lengkap, maka belum saatnya Anda mengenalkan Bahasa asing di usia 2 tahun. Lebih baik menundanya sampai anak bisa berbahasa Indonesia dengan susunan atau struktur kalimat yang lengkap.

Dalam bermain ABACA bersabarlah mendampingi putra dan putri Bunda, karena perkembangan setiap anak itu berbeda. Seorang anak yang bisa menguasai grammar sederhana ABACA di usia 2 tahun, belum tentu anak lain sanggup mencapai target yang sama. Oleh karena itu, pahami perkembangan putra dan putri Anda dan fokuslah pada proses permainan ABACA. Bagaimana rasanya berjualan kue bersama anak tetapi menggunakan dialog Bahasa Inggris? Seru bukan? Meskipun anak Anda mengucapkan Bahasa Inggris dengan bunyi masih cadel, misal “a dool (maksudnya a door), a cel (maksudnya a chair), dll), jangan lantas dijadikan permasalahan yang menghentikan proses permainan. Nikmatilah proses bermain ini dengan tanpa beban bersama putri atau putra Anda.

Inilah yang dilakukan oleh Ibu Nunk e Jannah terhadap putrinya yang ketika sejak 2 tahun sudah mengenalkan Bahasa Inggris. Jangan mengharapkan kesempurnaan, agar Bahasa mereka terus berkembang bimbinglah sang anak langkah demi langkah dan apresiasilah kemajuan kecil yang dibuatnya. Misal anak hanya bisa menghafal 4 kartu pada pertama kali permainan maka tidak masalah, yang penting mereka menikmati permainan. Dan meskipun sang anak tidak dapat mengucapkan secara fasih, maka jangan jadikan masalah. Bimbinglah anak Anda agar perkembangannya optimal. Dengan pemahaman terhadap karakter anak, menjadikan proses bermain jual beli kue menjadi menyenangkan meskipun menggunakan dialog berbahasa Inggris sederhana.

Simak testimony Ibu Nunk E Jannah, seorang agen ABACA yang sukses membuat putrinya lulus ABACA Bahasa Inggris ketika masih berusia dini. Simak pula testimony dari putranya customer seorang agen dari Kendal, mba Nur Widiasari yang bangun tidur pun minta bermain ABACA.

ABACA lebih menekankan sisi bermain daripada belajar, jadi bukan hasil yang lebih ditonjolkan meskipun pada akhirnya anak menjadi meningkat progresnya disebabkan pembimbingnya luar biasa.

Ayo perbanyak permainan dan bimbingan, agar perkembangan anak menjadi optimal. Jangan fokus pada hasil namun nikmati saja prosesnya smile emoticon

Terima kasih saya ucapkan kepada agen ABACA Flashcard Bunda Nunk E Jannah yang telah memberikan testimoninya dan Bunda Nur Widiasari atas testimoni customernya.

Simak testimony keren berikut,

Semoga terinspirasi
Diena Ulfaty
Produsen, Owner dan Penemu ABACA Flashcard.

DAPATKAN ABACA FLASHCARD ALL SERIES DI SEMUA AGEN DAN DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD

Tuesday, January 6, 2015

Mengajarkan Akhlak / Moral di Sekolah

Ketika pulang sekolah, anak-anak sering terluka. Terutama anak laki-laki, dan yang paling sering terjadi adalah “luka hati” yang disebabkan oleh ejekan anak lain ketika di sekolah. Anak-anak perlu perlindungan, dan ketika terjadi kasus bullying siapakah yang melindungi
anak-anak ini dan mengapa semua orang seolah mendiamkan perilaku buruk berlangsung di sekolah. Tanggung jawab siapa jika ada seorang siswa yang terluka perasaannya, lalu menangis dan memutuskan keesokkan harinya tidak akan masuk sekolah lagi disebabkan
anak-anak lain memanggilnya “pincang” misalnya?

Hampir di semua sekolah, bullying terjadi, dan hampir di semua sekolah tidak memberi
sanksi perilaku bullying dan menggapnya sebagai bagian dari “fakta yang harus diterima”. Bahkan ada juga yanag menyebutnya sebagai “ujian mental”. Apakah tidak ad acara lain yang bisa diterima, untuk menguji mental seseorang tanpa harus mem-bully? Bagaimana menghentikan sikap saling mengejek di dalam kelas? Bagaimana mengajarkan bahwa perilaku santun, berbicara yang baik, memanggil dengan panggilan yang baik, harus
diupayakan dan dibiasakan agar anak-anak menjadi pribadi berakhlak mulia.

Penting untuk mengangkat pelajaran bertema “bullying” dan melakukan pendekatan yang dapat dipahami siswa, terutama anak-anak kecil. Karena pendidikan karakter, akan lebih mudah dilakukan jika anak-anak masih kecil, dengan membiasakan mereka untuk mengatakan yang baik-baik saja, atau kalau tidak memiliki hal baik untuk dibicarakan
maka lebih baik diam.

Angkatlah tema “bullying” dengan bercerita tentang kejadian nyata yang pernah terjadi di kelas. Guru sebaiknya melakukan observasi dahulu, dan menindaklanjuti setiap
pengaduan siswa terhadap perasaan mereka lalu mengangkat tema tersebut
di dalam kelas.
Contoh : 

“Apakah kalian tahu mengapa Renny tidak masuk kelas hari ini? 
Reny tidak masuk kelas karena sakit.  
Mengapa Reny sakit? Karena anak-anak lain memanggilnya ‘pincang’. Reny menangis
ketika pulang sekolah karena terlalu sedih mendengar kata-kata ‘pincang’. Meskipun Reny pincang kakinya, dia tidak ingin dipanggil seperti itu karena itu sangat menyakitkan.
Reny tidak dapat berjalan sempurna disebabkan ketika berusia 2 tahun, dia terjatuh dari
tangga hingga kakinya patah. Darah menggenang dimana-mana, dan Ibunya panik karena mengira Reny meninggal. Ketika dokter mengatakan bahwa Renymasih hidup tapi mungkin akan mengalami cacat seumur hidup, Ibu Reny sangat sedih mendengarnya. Tapi dia bersyukur karena Reny masih hidup.”

Berikan kepada anak-anak soal dari masalah di atas (berdasarkan kisah nyata yang terjadi di kelas) untuk didiskusikan di dalam kelas.

1. Jika kamu tidak dapat berjalan seperti Reny, lalu teman-temanmu memanggilmu pincang, apa yang kamu rasakan?
2. Apakah kamu pernah terjatuh hingga berdarah lalu dibawa ke rumah sakit?
3. Bagaimana rasanya jika kakimu berdarah karena jatuh?
4. Apakah menurutmu keadaan Reny itu sangat menyedihkan karena dia jatuh lalu berdarah sampai dia tidak dapat berjalan normal untuk selamanya?
5. Apakah mengatakan kalau Reny pincang itu merupakan hal yang baik?
6. Apakah besok kamu akan memanggil Reny dengan ‘pincang’ lagi setelah mengetahui hal ini?
7. Apakah kamu ingin Reny masuk sekolah lagi?
8. Apakah kamu kasihan dengan Reny?
9. Dst.

Bahas semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di kelas, dan ajarkan anak-anak tentang cara berempati dengan keadaan orang lain. Mengangkat tema kisah nyata di kelas, merupakan sarana menarik untuk mengajarkan moral/akhlak. Anak-anak akan langsung  mendengar kejadian nyata di sekitar mereka. Giringlah mereka untuk mengambil keputusan-keputusan
yang tepat.

Bagaimana dengan mengajarkan membaca di kelas?
Mengajarkan materi membaca pada anak-anak TK bukan persoalan gampang, karena anak-anak TK ini rata-rata otaknya belum cukup berkembang. Bagi anak-anak yang otaknya belum berkembang ini sebaiknya metode yang digunakan juga “ramah” dengan otak mereka. Jangan memberikan beban berlebihan pada materinya, dan perlu ditambah denganpermainan yang disukai anak.

Mengapa diperlukan teknik khusus? Sebab symbol (huruf) merupakan hal abstrak bagi anak-anak. Pertama kali mencoba, jangan pernah mengenalkan banyak kartu, cukup 5 kartu dulu sebagai tahappermulaan. Lalu ketika anak menguasai 5 kartu ini, tingkatkan kesulitan materinya dengan menambahkan 1 kartu lagi untuk dihafal. Dengan materi yang mudah, dan game yang mudah, maka anak-anak akan merasa enjoy ketika belajar. Dan efeknya, belajar jadi terasa seperti bermain. Simak testimony dari Bunda Adzra yang setiap hari merasa diteror ABACA disebabkan anaknya yang bernama Adzra kecanduan seri panen es krim dan stroberi, tingkat dewa .


Simak testimony Bunda Adzra yang merasa kewalahan, disebabkan Adzra kecanduan ABACA. Bahkan ketika Bundanya mau mandi, mau mencuci, dll., Adzra selalu meminta waktu untuk bermain ABACA. Setiap hari, tiada hari tanpa ABACA. Semangatnya yang luar biasa ini, akhirnya membuat progress Adzra luar biasa. Lulus seri 1 hanya perlu waktu SEMINGGU dan lulus seri 2 hanya perlu waktu SEMALAM. Luar biasa bukan. Untuk seri 3, sementara
masih disembunyikan sama Bunda Adzra karena mau refreshing dulu Bundanya hehehe, padahal Adzra sudah tidak tahan mau main ABACA seri 3 juga.

Terima kasih kepada Ummu Adzra, sang pemberi testimony, serta Bunda Nila Kartika (Agen ABACA Flashcard) yang telah memberitahukan testimony ini melalui tagging di facebook.

Diena Ulfaty
Produsen, Owner dan Penemu ABACA Flashcard

Dapatkan semua seri ABACA Flashcard di seluruh agen dan distributor resmi ABACA Flashcard

Monday, January 5, 2015

Renungan Pendidikan #1

Sesungguhnya hanya kedua orangtualah yg paling kenal potensi keunikan anak2nya. Dari sanalah karakter2 baik dikembangkan dan disempurnakan dgn akhlak mulia. Kedua orangtuanya lah makhluk yg paling mencintai dgn tulus anak2nya. Orangtua sejati adalah mereka yg menginginkan kebahagiaan anak2nya lebih dari apapun di muka bumi.

Dunia persekolahan adalah dunia yg tdk pernah mengandung anak2 kita, tdk pernah melahirkan anak2 kita bahkan tdk pernah diberi amanah oleh Allah swt sesaatpun juga, krn itu persekolahan bukanlah dunia yg sungguh2 mampu mengenal dan mencintai anak2 kita dgn tulus dan ikhlash
Bukankah anak kita adalah alasan terbesar dan terpenting mengapa kita ada di muka bumi ini? Merekalah sbg amanah mendidik generasi peradaban bagi dunia yg lebih damai dan sbg amanah yg akan membanggakan Ummat Muhammad di yaumilqiyamah kelak.
Membangun "home education" bukanlah pilihan tetapi kewajiban setiap orangtua, porsi kuantitas waktu dan kualitas perhatiannya mesti jauh lebih banyak bahkan meniadakan porsi persekolahan.

Sayangnya banyak ortu yg menganggap kewajiban mendidik telah selesai ketika anak2 berada sepenuh waktu di sekolah dan di lembaga2 kursus. Obrolan ttg pendidikan adalah obrolan seputar ranking, ijasah, prestasi2 akademis dan tugas2 sekolah yg dibawa ke rumah, bukan tentang mengembangkan karunia fitrah yg anak2 kita miliki.

Mari kembalikan fitrah kesejatian peran orangtua, kesejatian fungsi rumah, kesejatian pendidikan, kesejatian anak2 kita. Jangan sekali2 merubah fitrah kesejatian itu semua krn itulah sesungguhnya penyebab berbagai krisis dan kerusakan di muka bumi.
Salam Pendidikan Peradaban #pendidikanberbasispotensi dan akhlak

Copas dari grup National Home Education Potensi dan Akhlak. Tulisan pak Harry, pelaku Home Education sejak 1994

WOW AMAZING SERIES



WOW AMAZING SERIES, sebuah terobosan terbaru dari penerbit pelangi mizan yang memadukan 3 gaya belajar anak (audio, visual dan audio visual) dan 2 bahasa ( Indonesia-English) dalam 1 buku seru.
WOW AMAZING SERIES terdiri dari :
9 handbook AMAZING RAINBOW
* Story of Hudhud
* Story of Raven
* Story of Elephant
* Story of Dog
* Story of Camel
* Story of Bulbul
* Story of Honeybee
* Story of Ant
* Story of Whale

3 lampionBook AMAZING DISCOVERY
* Amazing Earth
* Amazing Ocean
* Amazing Universe

E-PEN

FREE !
*BIGBOOK berisi narasi, gambar dan kumpulan lagu serta not balok dari handbook AMAZING RAINBOW
*Mushaf AlQuran
*3 set pion sali saliha untuk dimainkan di lampionbook AMAZING DISCOVERY

semua bagian dari paket WOW AMAZING SERIES, termasuk bonusnya (kecuali pion sali saliha) BISA dibaca dengan E pen.

Petunjuk penggunaan WOW AMAZING SERIES :

WOW AMAZING RAINBOW
sentuh epen pada judul buku. Jika menyentuh bagian lain di area cover, muncul suara instrument. Sentuh logo amazing, keluar soundtrack. Sentuh tulisan berbahasa indonesia utk mendengar versi indo dan sebaliknya. Sentuh gambar hewan utk mendengar suara hewan tsb.

WOW AMAZING DISCOVERY
sentuh epen pada judul buku. Jika menyentuh bagian lain di area cover, muncul suara instrument. Sentuh logo amazing, keluar soundtrack. Sentuh tulisan berbahasa indonesia utk mendengar versi indo dan sebaliknya. Sentuh gambar, akan muncul suara yg mewakili gambar tsb.

AMAZING ALQURAN
sentuh cover, keluar suara "AlQuran". Sentuh no ayat utk mendengar murottal per ayat. Sentuh pojok kanan atas / nama surat dan jumlah ayat utk mendengar murottal sehalaman.

BIGBOOK pun hampir sama, sentuh semua bagian maka akan mengeluarkan suara.

KEREN YAA? baca buku berasa sambil dengerin dongeng... :)

harga tunai 2,487,500
Cash disc 20%= 1.990.000
ARISAN 215.000/bln, selama 10 bulan

COSTUMER SERVICE:
SMS/WA: 0818 066 599 06
PIN BB BY REQUEST
FB Fan Page: Buku Anak Pelangi