Sesungguhnya
hanya kedua orangtualah yg paling kenal potensi keunikan anak2nya.
Dari sanalah karakter2 baik dikembangkan dan disempurnakan dgn akhlak
mulia. Kedua orangtuanya lah makhluk yg paling mencintai dgn tulus
anak2nya. Orangtua sejati adalah mereka yg menginginkan kebahagiaan
anak2nya lebih dari apapun di muka bumi.
Dunia persekolahan adalah dunia yg tdk pernah mengandung anak2 kita, tdk pernah melahirkan anak2 kita bahkan tdk pernah diberi amanah oleh Allah swt sesaatpun juga, krn itu persekolahan bukanlah dunia yg sungguh2 mampu mengenal dan mencintai anak2 kita dgn tulus dan ikhlash
Dunia persekolahan adalah dunia yg tdk pernah mengandung anak2 kita, tdk pernah melahirkan anak2 kita bahkan tdk pernah diberi amanah oleh Allah swt sesaatpun juga, krn itu persekolahan bukanlah dunia yg sungguh2 mampu mengenal dan mencintai anak2 kita dgn tulus dan ikhlash
Bukankah
anak kita adalah alasan terbesar dan terpenting mengapa kita ada di
muka bumi ini? Merekalah sbg amanah mendidik generasi peradaban bagi
dunia yg lebih damai dan sbg amanah yg akan membanggakan Ummat Muhammad
di yaumilqiyamah kelak.
Membangun "home education" bukanlah pilihan tetapi kewajiban setiap orangtua, porsi kuantitas waktu dan kualitas perhatiannya mesti jauh lebih banyak bahkan meniadakan porsi persekolahan.
Sayangnya banyak ortu yg menganggap kewajiban mendidik telah selesai ketika anak2 berada sepenuh waktu di sekolah dan di lembaga2 kursus. Obrolan ttg pendidikan adalah obrolan seputar ranking, ijasah, prestasi2 akademis dan tugas2 sekolah yg dibawa ke rumah, bukan tentang mengembangkan karunia fitrah yg anak2 kita miliki.
Mari kembalikan fitrah kesejatian peran orangtua, kesejatian fungsi rumah, kesejatian pendidikan, kesejatian anak2 kita. Jangan sekali2 merubah fitrah kesejatian itu semua krn itulah sesungguhnya penyebab berbagai krisis dan kerusakan di muka bumi.
Salam Pendidikan Peradaban #pendidikanberbasispotensi dan akhlak
Copas dari grup National Home Education Potensi dan Akhlak. Tulisan pak Harry, pelaku Home Education sejak 1994
Membangun "home education" bukanlah pilihan tetapi kewajiban setiap orangtua, porsi kuantitas waktu dan kualitas perhatiannya mesti jauh lebih banyak bahkan meniadakan porsi persekolahan.
Sayangnya banyak ortu yg menganggap kewajiban mendidik telah selesai ketika anak2 berada sepenuh waktu di sekolah dan di lembaga2 kursus. Obrolan ttg pendidikan adalah obrolan seputar ranking, ijasah, prestasi2 akademis dan tugas2 sekolah yg dibawa ke rumah, bukan tentang mengembangkan karunia fitrah yg anak2 kita miliki.
Mari kembalikan fitrah kesejatian peran orangtua, kesejatian fungsi rumah, kesejatian pendidikan, kesejatian anak2 kita. Jangan sekali2 merubah fitrah kesejatian itu semua krn itulah sesungguhnya penyebab berbagai krisis dan kerusakan di muka bumi.
Salam Pendidikan Peradaban #pendidikanberbasispotensi dan akhlak
Copas dari grup National Home Education Potensi dan Akhlak. Tulisan pak Harry, pelaku Home Education sejak 1994
No comments:
Post a Comment