Permainan dan eksplorasi dengan benda yang dilakukan sendirian, seperti bermain batu lalu dilempar ke air dan menemukan sebagian batu ada yang mengapung dan sebagian lagi ada yang tenggelam, membuat anak belajar tentang dunia sekelilingnya. Hal seperti itu merupakan peluang mereka untuk melakukan eksperimen kecil dan membayangkan apa yang bisa dilakukan benda serta apa yang tidak bisa dilakukan benda. Cara belajar seperti inilah yang akan memberikan manfaat bagi perkembangan intelektualnya.
Dalam bukunya yang berjudul Ancent of Man, Isaac Newton, seorang Fisikawan hebat yang rumusnya mendunia dan berguna untuk pembuatan roket menembus bumi, mengatakan :
“Saya tidak tahu, saya terlihat seperti apa bagi dunia, tetapi bagi diri saya sendiri, saya terlihat hanya seperti seorang anak yang bermain di tepi pantai dan menghibur dirinya sendiri, lalu menemukan batu koral datar atau kerang yang lebih cantik dari biasanya, sementara lautan kebenaran yang lebih besar terpampang di hadapan saya.”
Mungkin seperti inilah perasaan anak-anak ketika mereka bermain melempar koral ke danau, dan mengamati cincin spiral yang muncul ke permukaan air. Dengan cara seperti inilah mereka mengeskplorasi benda dan substansinya. Mereka adalah ilmuwan kecil yang menguji ciri substansi fisik.
Bayi dan batita belajar apa yang bisa dilakukan benda, bagaimana mereka bekerja, dan apa yang bisa mereka lakukan untuk membuat benda bekerja. Ketika bermain balok, dan membuat jalanan untuk mobil-mobilan, anak-anak tanpa disadari belajar mengenai panjang benda, yaitu bahwa 8 balok kecil itu sama dengan panjang 1 balok besar, dll.
Ranald Jarrel, seorang pakar dalam bidang perkembangan pemikiran matematis anak-anak di University of Arizona, memberitahu kita tentang mengapa permainan penting untuk memahami konsep matematika. Jadi permainan, tidak diragukan lagi, dapat memberikan manfaat perkembangan intelektual. Bahkan jika permainan tertentu dapat membantu kecerdasan emosi, jika permainannya melibatkan orang lain seperti teman, guru, orangtua, dll.
Belajar membaca, tidak dapat dipungkiri, adalah ilmu yang wajib dikuasai oleh anak-anak. Namun kapan sebaiknya belajar membaca ini dipelajari oleh anak-anak? Bukankah anak-anak itu dunianya adalah bermain? Dan bagaimana agar suasana belajarnya tidak seperti belajar agar anak-anak tetap merasa sedang bermain ketika belajar membaca?
ABACA datang untuk memberikan solusi agar anak-anak bisa menguasai ketrampilan ini dengan cara yang manusiawi, atau sesuai perkembangannya. Salah satunya dengan memasukkan game seperti Berburu Raja Donat seperti yang ada pada ABACA Hijaiyah. Di ABACA hijaiyah misalnya, anak-anak belajar huruf arab dengan memainkan prajurit donat di atas papan main, dan permainan akan berhenti di sebuah pulau tempat Raja Donat bersandar di pohon. Raja Donat adalah istilah bagi donat lezat yang diberi mahkota Raja. Anak-anak akan berpetualang melewati lubang kelinci, dan selama perjalanan menuju sebuah pulau anak-anak ini punya kesempatan memanen donat-donat lezat. Inilah yang membuat anak-anak kecanduan belajar ABACA Hijaiyah, karena disamping gamenya mudah, permainan Raja Donat ini sangat menarik dan terbukti mengembangkan daya imajinasi anak.
Jika anak Anda sudah menunjukkan ketertarikan mengenal huruf, maka mulailah perkenalkan permainan ABACA kepada mereka. Akan tetapi jika anak Anda belum menunjukkan ketertarikan terhadap huruf dan hanya tertarik dengan gambar saja, maka tundalah belajar simbolnya, tes lagi selama 4 bulan ke depan sampai anak menunjukkan ketertarikkan terhadap huruf yang akan muncul secara alamiah.
Berikut testimony Uraibah yang kenduan ABACA Hijaiyah Raja Donat dan terbangun pukul 02.30 dini hari untuk bermain ABACA dengan Bundanya. ABACA ini lebih menonjolkan sisi bermain sehingga anak-anak tidak terasa sedang bermain. Berikut testimony keren dari Ummu Uraibah, salah seorang agen ABACA. Semoga terinspirasi.
Terima kasih saya ucapkan kepada Ummu Uraibah atas testimoninya yang luar biasa.
Diena Ulfaty
Produsen, Owner dan Penemu ABACA Flashcard
DAPATKAN ABACA FLASHCARD DI SELURUH AGEN/DISTRIBUTOR RESMI ABACA FLASHCARD.

No comments:
Post a Comment